Rabu, 25 April 2012

Malin Kundang Story in English Version

One day, there was a family living in coastal area Sumatra. That family had one child named Malin Kundang. Because of the condition of the family is so apprehensive, then Malin’s father decided to went other country.

Malin and his mother had a big wish, someday his father come back to home with bring much money that the money can be buy some necessity in daily life. Month to month had been go but Malin’s father never coming back and finally Malin’s and his mother whishes dissapeared.

After Malin Kundang grow up, he thinks for searching much money in other country with hoping someday when he come back to his village, he become a rich person. Finally, he join to sailing with a deck hand from trade commerce ship in his village which had been successed.

During in ship, Malin Kundang learned more about science of navigation to the ship crew who has experience. Malin studied so diligent about the merchant to his friends who has experience, and finally he was so clever in merchant thing.

There was so many island that he had been visited, until one day in the middle of the journey, suddenly Malin Kundang’s ship attacked by pirates. All of the marketable goods of merchantmen in ship carried away by pirates. In fact, almost of ship crews and people in that ship had been killed by pirates. Malin Kundang very lucky he was not killed by pirates, because when it happened, Malin immidiately hidden in a small room which closed by wood.


Malin Kundang was hover in the middle of the sea, finnaly his ship was ashore on a beach. With the remnant energy, Malin Kundang walked to the closer village on the beach. Arriving to the village,Malin Kundang helped by people in the village after prefiously told what happened with him. The village that Malin marooned is a fertile village. With his thoughness and persistance, Malin had been successed become a rich man. He has many merchant ships with ship crews more than 100 people. After became wealthy, Malin Kundang marry with a girl to become his wife.


Malin Kundang go down from the ship. He was greeted by his mother. After closer enough, his mother saw scar in the right arm of that person, his mother more believed that his mother approached is Malin Kundang. “My son, Malin Kundang, why you go so long without sent any news?” told her while hug Malin Kundang. Buy Malin Kundang immidiately abdicate his mother embrace and push away her until fall down. “You are the woman who cannot know yourself, you admitted as my mother.” Said Malin Kundang to his mother. Malin Kundang pretended to recognized his mother, because he was so embarrassed with his old mother  and use rag cloth.


“Is she your mother?”  ask Malin Kundang’s wife. “No, she just a beggar who admitted as my mother to get my wealth.” Said Malin Kundang to his wife. Heard the statement and treated unfairly by his son, Malin Kundang’s mother was very angry. She had not expected her son become a rebellious child. Because of mounting anger, Malin Kundang’s mother tipped her hand saying "Oh God, if he is my son, I curse him to became a rock". Not long after the curses, the strong winds and storms rumbled come to destroy the Malin Kundang’s ship. After that Malin Kundang’s body slowly becomes stiff and gradually shaped become into a rock.

Rabu, 18 April 2012

Cerita Rakyat Malin Kundang

Pada suatu hari, hiduplah sebuah keluarga di pesisir pantai wilayah Sumatra. Keluarga itu mempunyai seorang anak yang diberi nama Malin Kundang. Karena kondisi keluarga mereka sangat memprihatinkan, maka ayah malin memutuskan untuk pergi ke negeri seberang.

Besar harapan malin dan ibunya, suatu hari nanti ayahnya pulang dengan membawa uang banyak yang nantinya dapat untuk membeli keperluan sehari-hari. Setelah berbulan-bulan lamanya ternyata ayah malin tidak kunjung datang, dan akhirnya pupuslah harapan Malin Kundang dan ibunya.

Setelah Malin Kundang beranjak dewasa, ia berpikir untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan harapan nantinya ketika kembali ke kampung halaman, ia sudah menjadi seorang yang kaya raya. Akhirnya Malin Kundang ikut berlayar bersama dengan seorang nahkoda kapal dagang di kampung halamannya yang sudah sukses.

Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman. Malin belajar dengan tekun tentang perkapalan pada teman-temannya yang lebih berpengalaman, dan akhirnya dia sangat mahir dalam hal perkapalan.

Banyak pulau sudah dikunjunginya, sampai dengan suatu hari di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang sangat beruntung dirinya tidak dibunuh oleh para bajak laut, karena ketika peristiwa itu terjadi, Malin segera bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu.

Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan sisa tenaga yang ada, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Sesampainya di desa tersebut, Malin Kundang ditolong oleh masyarakat di desa tersebut setelah sebelumnya menceritakan kejadian yang menimpanya. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya.

Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran dengan kapal yang besar dan indah disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ibu Malin Kundang yang setiap hari menunggui anaknya, melihat kapal yang sangat indah itu, masuk ke pelabuhan. Ia melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang beserta istrinya.

Malin Kundang pun turun dari kapal. Ia disambut oleh ibunya. Setelah cukup dekat, ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. "Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?", katanya sambil memeluk Malin Kundang. Tetapi Kundang segera melepaskan pelukan ibunya dan mendorongnya hingga terjatuh. "Wanita tak tahu diri, sembarangan saja mengaku sebagai ibuku", kata Malin Kundang pada ibunya. Malin Kundang pura-pura tidak mengenali ibunya, karena malu dengan ibunya yang sudah tua dan mengenakan baju compang-camping. "Wanita itu ibumu?", Tanya istri Malin Kundang. "Tidak, ia hanya seorang pengemis yang pura-pura mengaku sebagai ibuku agar mendapatkan harta ku", sahut Malin kepada istrinya. Mendengar pernyataan dan diperlakukan semena-mena oleh anaknya, ibu Malin Kundang sangat marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Karena kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menengadahkan tangannya sambil berkata "Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu". Tidak berapa lama kemudian angin bergemuruh kencang dan badai dahsyat datang menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang.