Kamis, 22 Maret 2012

"The Greek Statue"

Semuanya berawal hanya dari tatapan sekejap sejak awal pertemuan pertama itu. Tatapan membawa diri ini pada imajinasi sebuah bentuk nyata dari ukiran patung yunani yang begitu indah saat melihat sosok itu. Sejenak ada pikiran untuk menolak pesona yang terpancar dari kilaunya, namun sebagai seorang yang normal, maka hati merasakan betapa kuat pesona darinya.

Setiap mengingat Tuhan akan mempertemukan seseorang yang dapat merebut hati, maka itu tak terduga dan akan terbukti. Awalnya senyumnya bereaksi pada kediaman sesaat saat dia memperhatikan, tak ada balasan dari hati ini, karena merasa terbiasa melihat gugusan patung yunani yang penuh pesona termasuk lekuk-lekuknya penuh kilau.

Sejurus waktu telah berlalu, selalu mencuri-curi kesempatan untuk memperhatikannya tanpa se-pengetahuan, karena diri ini merasa terkekang oleh belenggu ketertarikan yang tak berisyarat. Melihat gerak geriknya namun terkadang tidak acuh saat dia merasa dan melihat sekeliling dari situasi perasaan termata-matai oleh seseorang.

Tersenyum dan berharap bisa mengetahui siapa gerangan dari salah satu gugus patung yunani yang indah ini. Banyak para hawa yang mengincar waktu untuk mengetahui siapa dia, duduk dalam canda dan tawa dengan tepat berada disampingnya.

Hanya memperhatikan,, dari jauh saat menatapnya, hanya dengan mencuri-curi satu detik kesempatan saat melihat sang yunani tersenyum. Dan ada getaran lain saat mata ini melihat dan hati ini merasa, seolah-olah sudah terkenang sejak lama sunggingan senyum dan tawa dari bibir yang mempesona, pipi yang bersemu kemerahan.

Selalu,, ini terus berawal dari mencuri kesempatan saat melihatnya,, selalu mencuri kata saat mengetahui siapa dia, namun bukan dari apa dia berasal atau siapa dia sebenarnya. Bukan karena itu,, namun lebih mendekati hati ini merasakan betapa perasaan ini berbeda, yang selalu meronta-ronta ingin tetap melihat senyumnya, tawanya, hingga caranya berbicara. Wahai patung yunani yang mempesona hati.

Hati ini terkadang menangisi dirimu,, saat merasakan kehilangan akan dirimu perlahan-lahan, walaupun tak pernah memilikimu dalam genggaman kata cinta, namun rasanya sesak. Saat mengetahui Tuhan menciptakan perbedaan diantaranya. Diantara sumpah yang berbeda atas nama masing-masing dengan keyakinan dan keteguhan hati. Hingga berharap, akankah dapat bersatu?? Namun ini sulit untuk dipahami agar bersatu. Sang pesona yunani...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar